Tuesday, 7 January 2014

Global Warming “Sapiku Sayang, Bumiku Malang”



Halo sahabat blogger  \(^o^)/  *lambai-lambai tangan
Akhirnya bisa nulis lagi nih, setelah beberapa lama disibukkan dengan tugas –tugas kampus, hehe…
Umm, topik kita sekrang adalah masalah lingkungan yaitu gobal warming dan sapi (lah kok sapi?), mungkin banyak diantara temen-temen yang bingung apasih hubungan global warming dan sapi, oke kalo gitu cekidot guys.. :D


Tahukah Anda, bahwa selama ini sapi ternyata menjadi salah satu penyebab global warming?
Sejak dulu kita hanya menyalahkan CO2, CO, atau CFC sebagai biang kerok penyebab global warming, padahal ada beberapa biang keladi lain penyebab global warming, salah satunya adalah gas metana. Sapi? Gas metana? Nah makin bingung kan? Oke, lanjut baca dulu deh :D

Dewasa ini banyak sekali permasalahan-permasalahan yang menimpa bumi ini, terutama masalah lingkungan. Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Pemanasan Global. Banyak faktor penyebab global warming salah satunya adalah pada sektor peternakan, khususnya peternakan sapi. (trus apa salah sapi nyaaa???)



Menurut para ahli, karena sistem pencernaan sapi yang lambat ternyata menjadi jawaban atas pertanyaan mengapa binatang itu menghasilkan banyak gas metana. Gas metana itu juga banyak terkandung dalam kentut. Nah, ternyata gas metana juga potensial menghasilkan efek rumah kaca, sama seperti korbon dioksida. Kentut sapi dan kotoran sapi mengandung banyak sekali gas metana. Metana yang dikeluarkan sapi lebih berdampak buruk daripada asap pabrik dan zat-zat yang ditimbulkan manusia lainnya. (ngeri kan?)

Seberapa bahaya sih gas metana itu?
Mungkin belum banyak orang yang tahu tentang gas metana. Metana adalah gas anaerobik yang dihasilkan dari aktivitas mikroorganisme saat menguraikan bahan-bahan organik. Perlu diketahui bahwasanya gas metana mengandung emisi efek rumah kaca 23 kali lebih ganas ketimbang dengan gas CO2. Gas metana dihasilkan melalui proses yang berlangsung secara alamiah. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan jumlah gas metana selain yang tersimpan di dasar laut pada kutub bumi adalah meningkatnya populasi ternak.

Nah terus gimna dong caranya? Ga mungkin semua sapi dibasmi dari muka bumi ini :/
Ini nih, waktu ini saya sempet baca artikel di sebuah situs internet..


oy, tw ga apa yang ada di punggung sapi itu? Aha, pasti tidak mengira bahwa yang ada di dalam tangki plastik itu adalah kentut binatang yang dikumpulin. Ah, bercanda, ya? Tidak, saya sama sekali tidak sedang mencoba membuat kalian tersenyum.

Dalam upaya memahami dampak dari “angin surga” yang dihasilkan oleh sapi-sapi terhadap pemanasan global, para ahli kemudian mengumpulkan gas yang berasal dari dalam perut sapi. Gas itu dimasukkan ke dalam tangki plastik yang diletakkan di atas punggung binatang memamah biak ini. (kasian juga sapinya, mw kentut aja repot). Peneliti dari Argentina menemukan fakta bahwa gas metana dari sapi menyumbang lebih dari 30% total emisi yang menyebabkan efek rumah kaca negara itu. Sebagai salah satu negara penghasil daging sapi terbesar di dunia, Argentina mempunyai lebih dari 55 juta ekor sapi yang merumput di Pampas. Guillermo Berr, seorang peneliti dari Institut Nasional Teknologi Agrikultur mengatakan bahwa setiap sapi memproduksi 8000 sampai 1,000 liter emisi setiap hari. Metana, yang juga dihasilkan oleh tempat pembuangan sampah, tambang batubara dan pipa gas yang bocor, ternyata 23 kali lebih efektif dalam menjerat panas di atmosfer daripada karbon dioksida. Para peneliti di Argentina sekarang sedang melakukan percobaan diet untuk sapi-sapi itu untuk memperbaiki sistem pencernaan dan diharapkan menurunkan suhu di bumi. (Om Guillermo, sapinya suruh OCD aja, hehehe XD )

Membasmi sapi sapi ga mungkin kayaknya, nah disini diperlukan ide-ide kreatif yang bisa mengolah kentut dan kotoran tersebut agar menjadi sesuatu yang berguna dan tidak membahayakan manusia dan lingkungan. Memang dalam waktu dekat ini, bahan bakar alternatif dari kotoran sapi menjadi booming.Selain hal tersebut, kotoran sapi juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik, dan sebagai media untuk pembenihan cacing tanah yang nantinya digunakan untuk obat. Dibalik bahaya yang dihasilkan oleh sapi (kotorannya), ternyata ada juga manfaat yang besar dari itu semua. Sekarang tinggal bagaimana kita menyikapi hal tersebut, kalau kita benar-benar mau berusaha menjaga bumi ini, tidaklah ada sesuatu hal yang tidak mungkin. 

Kira-kira kentut manusia bisa bikin global warming ga ya? Hahaha *just kidding (^o^)v
Semoga informasinya bermanfaat sobat :)

Sumber:

0 comments:

Post a Comment