Friday, 5 December 2014

Kebiasaan "Ctek-Ctek" Jari Tangan Berbahayakah?

Setelah hampir satu bulan vacum akibat balada mahasiswa tingkat akhir, sekarang akhirnya saya bisa mencuri sedikit waktu untuk menulis kembali :’D
Mungkin sebelumnya saya ingin sedikit curcol mengenai penderitaan saya sebagai mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa tingkat akhir, ya mungkin itu sejenis julukan yang harus dibanggakan dan segera diakhiri. Tugas akhir baik itu Karya Tulis, Skripsi dan lain sebagainya akan menghantui kalian, ditambah Praktek Lapangan serta berbagai laporan yang merengek minta dikerjakan. Sebagian dari tugas itu akan membuat tubuh anda melakukan aktifitas yang monoton seharian penuh. Dari pagi sampai sore menyambut anda harus duduk manis memandangi komputer dengan posisi yang hanya bisa dirubah sekian centimetre tiap jam nya. Capek, pegal, lelah tentu saja hal yang biasa, untuk menghilangkan rasa pegal kebanyakan orang termasuk saya sendiri terbiasa meregangkan dan meremas jari tangan hingga berbunyi ‘ctek-ctek’. Bukan hanya jari tangan, orang-orang juga sering meregangkan ketegangan otot dengan menggoyangkan pinggang atau mematahkan leher hingga menimbulkan bunyi 'kretek-kretek'. Banyak yang bilang bahwa kebiasaan ini dapat menghilangkan stres, rasa lelah, dan menciptakan rasa nyaman bagi yang melakukannya, ada pula yang mengatakan bahwa kebiasaan ini seperti terapi pijat dalam skala yang lebih kecil. Bagi Anda yang sudah sering melakukannya, mungkin kebiasaan ini sudah Anda lakukan tanpa disadari lagi. Semua kebiasaan itu memang membuat tubuh merasa lebih baik, namun apakah hal tersebut baik dan tidak berbahaya jika dilakukan secara terus menerus?

Pertama-tama mari kita bahas kenapa sendi bisa berbunyi “kretek-kretek”?
Kedua ujung tulang pada sendi yang bergerak di selimuti cairan Synovial, yaitu pelumas bening dan tebal yang bertugas melumasi sendi agar bisa bergerak bebas. Cairan Synovial ini mengandung gas Karbondioksida (CO2). Jika tidak ada cairan ini, maka sendi kita akan susah bergerak karena tak ada pelumas. Saat kita mematahkan buku-buku jari kita, sebenarnya kita mendorong sendi keluar dari posisi normalnya dan mengembalikan lagi ke posisi awal. Disaat sendi berubah posisi, volume ruang pada sendipun bertambah. Karena meningkatnya volume ruang inilah tekanan di dalamnya pun menurun, begitu pula tekanan cairan Synovial. Saat tekanan cairan Synovial turun, gelembung CO2 didalamnya meningkat drastis hingga pada puncaknya meletup. Inilah kenapa sendi jari kita berbunyi 'ctek'. Setelah di 'ctek-ctek' sendi memang terasa lebih luwes bergerak, itu karena organ Golgi Tendon (sekumpulan syaraf ujung yang mengatur indra gerak manusia) akan berstimulasi dan otot- otot disekitarnya mengendur, inilah alasan yang sering membuat kita ketagihan untuk melakukan aktifitas yang menimbulkan bunyi ‘ctek-ctek’ pada sandi kita.

Nah, berbahayakah kebiasaan ‘ctek-ctek’ pada jari tangan?
Dr. Rachel Vreeman, asisten professor dari ahli pediatric di Indiana University School of Medicine mengatakan dalam penelitiannya tentang fungsi tangan pada orang dengan dan tanpa radang sendi, bahwa mereka yang menderita arthritis cenderung tidak memiliki kebiasaan suka membunyikan ruas jarinya. Dalam kata lain, tampaknya kebiasaan ini bukanlah penyebab dari kondisi radang sendi tangan. Sebuah penelitian melibatkan 300 orang yang telah membunyikan buku jarinya selama 35 tahun. Memang, hasilnya tidak ada kasus artritis pada tangan mereka. Namun, efek lainnya adalah mereka memiliki sendi yang membesar, tangan mereka menjadi lebih lemah, berkurang seperempat dari kekuatan tangan yang seharusanya.

Menurut Anatomy and Physology Instruttors Cooperative, kebiasaan ini bisa menyebabkan kerusakan jaringan lembut pada pembungkus cairan sendi dan menyebabkan meurunnya kekuatan genggaman. Hal ini bisa mempengaruhi aktivitas yang mengandalkan jari tangan seperti menggenggam. Energi yang hilang dalam sendi sangat rendah, hanya sekitar 7% dari yang diperlukan untuk merusak tulang. Tetapi, bila terlalu sering melakukannya, bisa dihitung sendiri dan hasilnya tentu sangat berbahaya. Jadi, membunyikan buku jari tangan dan persendian tulang lainnya akan terasa saat kita tua nanti, 35 hingga 40 tahun mendatang
Jadi mulai sekarang, ayo kita tinggalkan kebiasaan buruk tersebut.

Semoga bermanfaat, Happy blogging ^_^




Sumber:
http://cetronews.blogspot.com/2014/10/jangan-biasakan-ctek-ctek-jari-tangan.html
http://www.apakabardunia.com/2012/06/mengapa-membunyikan-leher-dan-buku-jari.html
http://www.gigisehatbadansehat.com/2012/01/tentang-kebiasaan-membunyikan-ruas-jari_11.html


0 comments:

Post a Comment