Tuesday, 1 July 2014

Cinta Membuat Orang Menjadi Bodoh

Cinta cinta dan cinta, rasanya ga akan kehabisan bahan jika membahas hal satu ini. Well cinta itu memang indah (kata orang sih yaa). Hal yang akan membuat kita sanggup melakukan apapun untuk orang yang kita cintai. Hal yang akan membuat kita menangis membabi buta jika kehilangan orang yang kita cintai. Banyak orang mengatakan cinta itu buta, pepatah itu sudah sering terdengar untuk menggambarkan perilaku orang jatuh cinta yang tak bisa melihat kekurangan pasangannya. Tapi tahukah Anda selain membuat buta, cinta juga membuat orang menjadi bodoh. Lah kok bisa? Judul tulisan diatas bukan mau mengada-ada, apalagi mereka-reka atau membikin sensasi dan kontroversi. Bila seseorang telah dilanda jatuh cinta, biasanya tai kucing rasa coklat. Karena cinta dapat memblokir semua kemampuan berpikir secara obyektif dan menguburkan kejernihan berpikir rasional. Benarkah cinta dapat membuat kemampuan otak kita menurun alias bodoh? Bisakah hal itu dijelaskan secara ilmiah? Cekidott guys :)


Prof. Robin Dunbar,evolutionary psychologist dari University of Oxford berpendapat bahwa bagian-bagian rasional dari otak manusia tertutup saat ia sedang jatuh cinta. Prof Dunbar mengembangkan teorinya setelah menganalisa temuan-temuan dari percobaan otak yang dilakukan di Inggris lebih dari satu dekade lalu di University College of London. Dalam penelitiannya, Prof Dunbar melakukan pengujian dengan MRI (magnetic resonance imaging) untuk mengamati aktivitas otak dari 17 relawan yang sedang melihat foto pasangan yang benar-benar ia cintai. "Ketika orang-orang melihat foto orang yang mereka cintai, bagian rasional dari otak mereka terpengaruh oleh 'sindrom merah jambu' dan jantung memerintahkan kepala, hingga menumpulkan kemampuan kritis mereka," jelas Prof Dunbar, seperti dilansir di news.com.au.

Setiap orang pasti pernah merasakan jatuh cinta. Jatuh cinta membuat kita melayang dan gembira. Inilah yang dianggap sebagian besar orang bahwa jatuh cinta membuat kita menjadi bodoh. Namun pada dasarnya, otak kita saat jatuh cinta memproduksi hormon dopamin dan serotonin. Kedua hormon tersebut dinilai para peneliti berperan penting saat kita jatuh cinta. Menurut Semir Zeki, Profesor neuro-estetika di University College, London, mengatakan bahwa kadar hormon dopamin dan serotonin mempunyai peran penting dalam merasakan perasaan seseorang. Lonjakan kedua hormon ini dinilai sebagai aksi-reaksi otak saat kita sedang jatuh cinta. “Ketika kadar hormon dopamin dan serotonin meningkat, kedua hormon ini akan mengatur suasana hati mereka menjadi gembira, senang dan ingin bertemu pasangannya,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari MedicalDaily. Selain memproduksi kedua hormon tersebut, tambahnya, seseorang yang sedang jatuh cinta dapat meningkatkan adrenalin mereka. Para peneliti menemukan bahwa lonjakan adrenalin dapat memengaruhi respons fisik, seperti detak jantung yang cepat, telapak tangan berkeringat, dan mulut menjadi kering.

Walaupun rasa cinta menyita banyak energi, tetapi cinta tetap berjalan, bagai air mengalir. cinta bukan monopoli kaum muda saja, manusia uzurpun masih saja jatuh cinta, yang katanya puber kedua, ketiga dan seterusnya. Cinta mempunyai daya magis yang kuat dan luar biasa. Jennifer Berman seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman mengatakan : jika manusia sedang dilanda jatuh cinta dan membuat segalanya buta, dapat mamblokir kemapuan untuk berpikir obyektif dan menguburkan semua ide-ide didalam pikirannya. Menjadikan volume otak mengecil. Cinta dapat membuat manusia menjadi bodoh, karena daya imajinasi, memori serta pemrosesan berpikir menjadi lebih tumpul dan tak berkembang. Gerakan gelombang diotak kanannya menjadi tak terarah dan sulit dipahami. Cinta dapat membuat hati risau, pikiran kacau, menimbulkan kecemasan yang merontokan nalar, membalut pikiran dengan tekanan. Akan mendorong lebih banyak lagi kerusakan sel-sel otak, otomatis mengganggu sinyal yang ada di otak.

Gangguan mental yang terfokus pada tugas kognitif yaitu kekhawatiran ditinggal pasangannya, hanya mengurangi sumber daya atau energi untuk memproses informasi lain. Yang berakibat dapat menimbulkan perubahan perilaku seseorang. Seperti sering bengong, pelupa, sering melamun. Jatuh cinta menurut penelitian dapat merubah temperamen seseorang,bergantung otak mana yang terkena imbas. Temperamen ini dibagi empat jenis : ada temperamen penakut, pemberani, periang dan pemurung. Orang jatuh cinta bisa menjadi salah satunya dari temperamen itu atau kombinasinya. Cinta juga bisa membuat sejumlah perubahan pada lokus seruleus, struktur yang mengatur sekresi otak untuk dua jenis bahan yang disebut katekolamin yaitu : adrenalin dan noradrenalin. Dua zat kimia ini memobilisasi tubuh untuk menghadapi keadaan darurat. Rangsangan katekolamin dapat menimbulkan ingatan-ingatan dengan kekuatan istimewa. Perubahan sirkuit otak ini dianggap mendasari perubahan prilaku seprti rasa cemas, emosional, rasa takut ditinggal pasangannya ( pacar ). Jika sekresi katekolamin tidak dikendalikan dengan baik perubahan prilaku itu akan menetap, dikarenakan lokus seruleus dan amigdala sangat erat hubungannya, bersama dengan struktur limbic lainnya seperti hippocampus dan hipothalamus. Jaringan sirkuit bagi katekolamin meluas sampai masuk ke corteks.

Jadi sikapilah cinta itu dengan hati-hati, dengan nalar, serta pikiran yang rasional. Jangan menganut aliran cinta buta, cinta yang benar-benar tidak peduli dengan apapun. Selain menggunakan hati, cinta juga memerlukan rasional. Nah tips buat para playboy dan playgirl jangan suka obral cinta deh, nanti otaknya tambah bodoh lo. Hahahaha kidding XD
Spesial untuk para jones, jangan berkecil hati karena tak kunjung menemukan cinta, mari kita kejar cita-cita terlebih dahulu sebelum otak kita menjadi bodoh karena menjadi korban cinta.
Semoga bermanfaat, Happy blogging :)





Sumber:
http://health.detik.com/read/2012/07/05/195835/1958804/763/cinta-bisa-bikin-orang-jadi-bodoh
http://supersinto.blogspot.com/2010/07/jatuh-cinta-membuat-otak-mengecil-dan.html
http://health.okezone.com/read/2013/01/21/482/749614/inilah-isi-otak-anda-saat-jatuh-cinta

0 comments:

Post a Comment